Google Anita Borg Alumni Community

15 August 2014 | Beyond Japan, Ngoprek

Sekitar satu bulan lalu, saya dikontak Hiring Planning and Diversity Program, Google Asia Pacific, untuk memberikan sebuah talk (lebih tepatnya sharing), menjadi salah satu pembicara pada acara retreat Google Anita Borg Scholars Asia Pacific 2014, insyaAllah bulan September. Yang pertama, saya check adalah agenda, yaps, September, insyaAllah Ok :). Setelah reply email, said Ok, baru terlintas, ehh saya mau talking/sharing apa ya?

Awal bulan Agustus, saya dikontak Google Japan, di-invite untuk lunch bareng dan meetup dengan para pemenang Google Anita Borg Scholarship tahun 2014, region Jepang dan anggota Planning Committee Google Anita Borg Alumni Community Japan. Sekaligus saya mendapat tawaran untuk bergabung ke dalam planning committee, tetapi saya harus tetap lolos seleksi dulu untuk tergabung dalam committee tersebut. Yaps, dicoba deh, apply untuk bergabung dalam committee tsb. Harapan saya semoga diterima, insyaAllah takdir Allah adalah yang terbaik. Sendainya diterima, Alhamdulillah, semoga bisa merintis bridge antara universities di Indonesia dgn Google, especially for women in Computer Science. Alhamdulillah, as always banyak cerita dari meetup tsb, banyak sharing dan ilmu yang didapat, I enjoyed the event!:)

Penerima Google Anita Borg Scholarship 2014 dan Alumni

Saya ingin share, siapa saja yang sudah tergabung dalam Planning Committee of Google Anita Borg Alumni Community Japan (dua orang), honestly they are so inspiring for me :).

  1. Saki Kawakubo
    Saya memanggilnya Saki san (salah sih, harusnya Kawakubo san, tapi sudah terlanjur :D). Saki san saat ini sedang menempuh program PhD in computer simulation at Tokyo University. So surprise for me, Saki san adalah ibu dari 2 anak (3 tahun dan 6 bulan). Usianya masih 33 tahun, relatif muda dan selain menempuh program PhD, dia juga bekerja di Tokyo Stock Exchange, Inc. Wow banget buat saya! Selain itu, dia juga masih menyempatkan untuk aktif dalam berbagai kegiatan encouraging women in computer science. Dia juga sudah publish 2 international journal paper selama PhD, so productive!

    Pertanyaan pertama saya untuk Saki san, bagaimana kamu mengatur waktumu, PhD mama? Pertanyaan kedua, bagaimana hidupmu, suamimu? Saki san tersenyum, tertawa sambil menjawab, pagi jam 9 pagi sampai dengan jam 2 siang bekerja di kantor, setelah itu dia ke lab di Tokyo University. Kedua anaknya selama dia beraktivitas dimasukkan ke nursery/day care (FYI: day care di Jepang memiliki kurikulum yang sangat baik untuk pendidikan karakter dan sosialisasi). Sore hari, Saki san menjemput anaknya, kemudian dia akan mulai bekerja lagi untuk PhDnya tengah malam untuk beberapa jam, tidak lama.. (saya cuma geleng - geleng kepala aja, ganbatte PhD mama! Malu lihat diri sendiri yang super males >_<). Suami Saki san adalah seorang researcher di Medical School, Tokyo University. Mereka memang sudah berkomitmen untuk saling mendukung passion mereka tanpa menomer duakan keluarga.

  2. Anna Ogawa
    Saya memanggilnya Anna! Masih sangat muda, 4 tahun lebih muda dari saya, energik, cantik, smart! Anna menyelesaikan program S1 di Keio University, dan saat ini Anna menempuh program master di dua universitas, Keio University dan Tokyo University. Dia mengikuti program Google BOLD internship tahun 2012, kemudian tahun 2013 dia menjadi salah satu pemenang Google Anita Borg Scholarship. Selain menekuni passion-nya dalam bidang computer science, Anna juga seorang actress, wow! Tapi memang cantik adek Anna ini. Dia juga aktif mengajar dan menekuni bidang fashion. Productive banget!

Setiap anggota planning committee memiliki kelebihan dan hal unik positif dalam dirinya, dan satu hal yang paling penting, mereka benar-benar selalu bersemangat untuk passion mereka, yaps mau tidak mau, bertemu dengan mereka, saya jadi ikut bersemangat, ganbarimashou! :)


Leave a Reply