Kehidupan Berkereta di Tokyo dan Sekitarnya

15 June 2013 | Beyond Japan, Mylife

Mulai bulan April, saya pindah ke dormitory baru. Berbeda dengan dormitory sebelumnya yang sangat dekat dengan kampus, yaitu sekitar 10 menit on foot, dormitory yang baru cukup jauh, membutuhkan waktu 70 menit by train + on foot. Dormitory baru saya sangat comfort dan murah karena disubsidi oleh pemerintah Yokohama. Cerita tentang dormitory baru saya, insyaAllah saya tulis di next artikel :).

Akhirnya saya merasakan hidup menjadi seorang densha no kanojo, merasakan kehidupan berkereta :D. Dari dormitory ke stasiun terdekat yaitu Tsurumi station membutuhkan waktu 20 menit dengan berjalan kaki. Sebenarnya bisa naik bus, tetapi bus terbatas dengan jadwalnya dan juga masih membutuhkan jalan kaki yang tidak dekat, jadi kurang worthy lah…hehe :D. Dari Tsurumi station saya naik kereta ke Yokohama station, membutuhkan waktu sekitar 15 menit, di Yokohama station saya transit kemudian naik kereta ke Hiyoshi station sekitar 20 menit. Dari Hiyoshi station ke kampus, saya jalan kaki sekitar 15 menit, yaps jadi total 70 menit, 35 menit by train + 35 menit on foot, mungkin lebih dari 1000 langkah per hari :D.

Terdapat beberapa pilihan rute dari Tsurumi station ke Hiyoshi station, kita bisa mengeceknya dengan servis yang disediakan oleh Jorudan, masukkan asal dan tujuan serta waktunya, maka akan keluar beberapa alternatif rute kereta yang bisa dinaiki. Ada alternatif dengan biaya yang murah, alternatif dengan waktu tercepat dan alternatif dengan rute mudah (g perlu transit berkali - kali :D).

Berhubung harus menghemat (alasan klasik), tentunya saya memilih alternatif rute yang paling murah :D. Saya memilih rute Tsurumi ke Yokohama dengan Keikyu line + Yokohama ke Hiyoshi dengan Tokyu Toyoko line. Saya berlangganan commuter pass, dengan berlangganan harganya bisa jauh lebih murah, apalagi dengan status student. Regular price untuk rute saya 760 JPY return, sedangkan jika berlangganan 1 bulan (unlimited 1 bulan kita menggunakan kereta dgn rute tsb) hanya 5190 JPY, bedanya jauh banget :). Biaya langganannya akan semakin murah kalau priodenya semakin lama.

Passmo Card

Kadang terasa super capek, soalnya jalan jauh banget ><, apalagi kalau ada eksperimen yang g bisa ditinggal dan saya harus mengejar the last train ***pufff. Anyway, harus tetap bersyukur, alhamdulillah, karena kereta di Jepang super keren, bukan saja karena teknologinya tetapi juga behaviour dari para penggunanya :)

1. Rute kereta di Tokyo dan sekitarnya sangat rumit dan padat, tetapi jangan khawatir karena banyak penyedia informasi tentang hal ini, seperti servis yang disediakan oleh Jorudan atau Hyperdia, cukup masukkan asal, tujuan dan waktu keberangkatan.

Salah satu bagian rute kereta di Tokyo dan sekitarnya

2. Orang Jepang identik dengan antri dan disiplin, begitu juga dengan naik kereta. Semuanya antri dengan tertib sambil membaca buku atau memegang gadget mereka. Entahlah kok bisa ya? hehe… Walaupun ada gempa, ada angin topan, mereka tetap tertib, kecuali kalau ada instruksi dari pemerintah setempat.

Antrian saat menunggu kereta (tidak sedang peak time)

3. Apa yang dilakukan para penumpang di kereta? Membaca, apapun jenis bacaannya mulai dari paper, text book, koran, manga bahkan bacaan yang seharusnya g dibaca hohoho… Selain membaca, ada juga yang main game, tidur bahkan ada yang buka laptop sambil ngoding, whats??? Di kereta, kita tidak boleh call atau terima call, tidak boleh membuat keributan yang mengganggu, seperti ngobrol keras2, jadi suasana di kereta, sunyi senyap hening… dan tidak boleh makan, kereta tetap bersih bersinar :D.

Kereta bagian dalam, sedang tidak ada orang

Berdasarkan pengalaman, terdapat waktu super peak untuk rute saya, yaitu jam 07.00 - 08.00 pagi dan malamnya yaitu 20.00 - 21.00 serta 23.00 untuk the last train. Yaps, menggambarkan waktu kerja di Tokyo. Saat peak time, kereta penuh sesak, jangan harap mendapatkan kursi >< Walaupun penuh sesak, tetapi tetap tertib, jadi masih terasa nyaman, menurut saya :)

Suasana di dalam kereta saat peak time , gambar di ambil dari sini

Anyway, di atas jam 22.00 Jum’at malam, kebanyakan penumpangnya nge-drunk (mabokkss). Orang Jepang hobi party setelah kerjaannya beres, biasanya Jum’at malam menjelang weekend. Jadi sangat tidak direkomendasikan kalau hari Jum’at pulang super malam, karena kereta akan berbau - bau sake dkk ><.

Saat ngobrol dengan seorang googler di Google Tokyo yang kebetulan baru datang dari CA, USA
Afia : What is the most interesting from Tokyo?
Googler : The train, amazinggg…


Hohoho,… jadi kalau ke Tokyo dan sekitarnya, jangan lupa nyobain keretanya ya, terutama saat peak time, insyaAllah super duper berkesan deh hehe ^_^


Leave a Reply