Babysitter-ing (1) ^_^

08 June 2013 | Beyond Japan, Mylife

Senpai saya, mb Ambi, seorang researcher pada suatu lembaga penelitian di Tokyo, tinggal hanya dengan kedua putri kecilnya (Takia chan 5 tahun, Samia chan 3 tahun), suaminya tinggal di Indonesia karena bekerja sebagai pegawai negeri. Cerita tentang keluarga mereka sudah saya tulis di posting-an sebelumnya :).Banyak sekali hikmah yang saya dapatkan setiap berkunjung ke tempat mb Ambi.

Waktu itu, Mb Ambi menghubungi saya, kalau saya sedang tidak repot, ingin meminta bantuan untuk menjaga Samia dan Takia chan, karena Mb Ambi harus mengikuti conference ke luar kota. Saya memang biasa main bareng dengan Samia dan Takia chan, tapi ini agak beda, mb Ambi harus menginap, jadi saya harus menemani mereka termasuk malam harinya. Awalnya, agak - agak ragu, bisakah…? Takutnya mereka g bisa tidur…dicoba deh, kayaknya mereka sudah lumayan deket sama saya ***ke-pede-an :D.

Takia - Samia chan dengan pose super keren ^_^

Hari itu datang juga, setelah selesai nge-lab, saya meluncur ke tempat Mb Ambi. Samia dan Takia chan sudah dijemput Neng Ega dari hoikuen (day care). Sebenarnya saya yang seharusnya menjemput mereka, tapi berhubung lab meeting -nya agak lama, jadilah meminta bantuan Neng Ega. Mb Ambi sudah mengirim pesan apa saja yang harus dilakukan, termasuk kebiasaan - kebiasaan mereka dan juga apa saja yang harus disiapkan untuk berangkat ke hoikuen keesokkan harinya.

Pertama, makan malam, done! Kedua adalah mandi, tarrraaaa…, penuh perjuangan, penuh rayuan maut tetapi tetap tak berhasil >< Mereka g mau mandi, hanya mau cuci pantat, cuci muka, cuci tangan...ok deh, dianggap done! Ketiga, menyiapkan tas masing - masing, done! Mb Ambi pesan, paling malam, biasanya jam 10 mereka sudah tidur. Tapi apa yang terjadi? Setelah menyiapkan tas, mereka menyiapkan baju untuk ke hoikuen besok, kemudian mereka bermain bersama lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam, saya bingung, diapain ya supaya pada mau tidur? Didiemin aja deh, saya menyiapkan perlengkapan tidur. Waktu saya menata bantal dan selimut,
Takia chan : Tante Afia g boleh bobo, tante boleh bobo kalau Takia sama Samia udah bobo
Afia : Tante Afia mau bobo, ini matanya udah keliatan ngantuk kan? Takia sama Samia bobo yukk, besok kan ke hoikuen …
Takia chan : Takia harus pipis dulu sebelum bobo biar g ngompol…
Afia : Ok, tante anterin …
Akhirnya mereka mau juga merebahkan badannya. Baca petunjuk kebiasaaan tidur mereka dari Mb Ambi, Takia chan suka dielus-elus punggung-nya dengan minyak kayu putih sedangkan Samia chan suka dipeluk. Ooo iya, tidak lupa berdoa bersama. Takia chan memanjatkan doanya, …
Takia chan : Ya Allah, mudah2an Takia g ngompol dan besok bisa ketemu bunda…
Doa yang sederhana, tapi maknanya dalam banget, “mudah2an besok bisa ketemu bunda”. Doa itu diulang - ulang lebih dari 10 kali.
Afia : Loh, kok diulang - ulang terus? ***saya sudah suudzon, kayaknya mau mainan lagi
Takia chan : Kata bunda, do’a harus diulang - ulang tante. Allah suka kalau Takia banyak berdoa.
Huwaaa… maaf Takia chan, saya sudah suudzon. Setelah berdoa, mereka sudah mulai memejamkan mata, agak lega :).
Selang 30 menit, suddenly, Takia chan bangun …
Takia chan : Takia kebelet pipis, tante Afia anterin Takia…
Afia : Ok… *** Samia chan pun ikut berdiri
Setelah selesai, mereka bermain bersama lagi. What should I do? Bingung…, sekitar 15 menit kemudian, Takia merebahkan tubuhnya untuk tidur, kayaknya sudah capek :).
Takia chan : Tante, minyak kayu putih…
Mengelus- elus punggung Takia chan dan akhirnya tidur, alhamdulillah done! Samia chan belum tidur dan tiba - tiba menangis…
Samia chan : Samia mau bobo sama bunda …
Saya coba gendong Samia chan, lama kelamaan Samia memejamkan mata, mungkin sudah capek juga, alhamdulillah done! Sudah tidur semua, alhamdulillah! Cek HP, ternyata Mb Ambi miscall berkali - kali. Baru sadar g care dengan HP. Sudah lewat tengah malam, mereka tidur super telat. Anak kecil jika tidur kadang terbangun sesekali, ini juga tertulis di pesan Mb Ambi, jadi harus stand by di sebelah mereka. Takia chan tidur lebih nyenyak dari Samia chan. Samia chan beberapa kali minta digendong.

Keesokan paginya. Takia chan bangun lebih dulu, sekitar jam 7 sedangkan Samia chan jam 8. Pertama mereka sarapan. Setelah sarapan, seharusnya mereka mandi, tetapi tetap tidak mau mandi, hanya cuci pantat, sikat gigi, cuci muka, cuci tangan. Semua selesai jam 9.30 dan kita berangkat bersama ke hoikuen.
Finally…, mission accomplished, alhamdulillah! ^_^
Saya langsung meluncur ke gua keramat (baca: lab) :D.

Tidak ada alasan tidak berbakti dan menghormati orang tua kita, ibu dan ayah kita :). Terimakasih Mb Ambi, Takia chan, Samia chan, selalu tambah semangat bertemu dan bermain dengan kalian ^_^

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkatau, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)


Leave a Reply