Experiment day to day = Zombiee…

12 May 2013 | Beyond Japan, Research, SLab

Tahun ini adalah masa kritis perjalanan PhD saya. Untuk menyelesaikan program PhD, 2 paper saya harus accepted di international journal. Alhamdulillah, saya sudah submit paper dari riset saya yang pertama. Jika ingin mengetahui lebih detail tentang riset saya yang pertama, bisa mengunjungi home page riset saya. Nerveous, deg-deg-an…, menunggu hasil review dari paper pertama tersebut, semoga diterima, aamiin aamiin ya Robbal alamin.

Gambar diambil dari sini

Saat ini, saya sedang fokus untuk menyelesaikan riset yang kedua. Topiknya masih sama yaitu metagenome assembler, menciptakan, mendesain dan mengimplementasikan algoritma yang efektif untuk merangkai data DNA dari suatu metagenome. Pada riset saya yang kedua, selain mencoba mendapatkan akurasi yang lebih baik, saya juga mencoba untuk menemukan algoritma dengan kompleksitas yang lebih rendah. Background saya (S1 dan S2) adalah ilmu komputer, algoritma dan pemrograman sudah saya pelajari, sedangkan data DNA, genome dan metagenome merupakan hal yang sangat baru. Saya harus mengimplementasikan software buatan saya dan melakukan testing untuk mengetahui kinerjanya. Bioinformatics memang sangat berbeda dengan computer science. Saya pernah menulis hal yang membedakannya pada artikel berikut. Eksperimen adalah segalanya untuk mendapatkan suatu knowledge yang nantinya digunakan sebagai salah satu dasar untuk memperbaiki algoritma dan software yang telah saya develop.

Agar bisa graduate tepat waktu (3 tahun), saya harus submit paper riset kedua paling lambat akhir spring semester tahun ini (Agustus 2013). Menyadari, berada pada saat yang kritis, dalam pekan ini, selama 4 hari saya melakukan eksperimen over time, was a zombieee…, saya bermalam di SLab untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan di kepala saya. Alhamdulillah, lab saya representatif untuk bermalam, dan tentunya saya bermalam saat teman - teman lab tidak ada yang juga sedang bermalam. Hari Jum’at lalu, saya mencoba menyimpulkan semua hasil eksperimen, menganalisa dan mengukur akurasi software saya. Berapakah akurasinya? Hanya 57% T_T. Saya report progress saya ke Sensei, sekaligus meminta saran beliau. Beliau memberikan saran yang menurut saya intuitively Ok, dan saya harus mencoba dan tentunya melakukan eksperimen lagi. Teringat pesan beliau, “This is a research Afia, enjoy it, discover something and consider the time line, you only have time 1 and half years…” Entahlah saya tidak tahu apakah bisa menyelesaikan program PhD dalam waktu 3 tahun ataukah tidak …hehe. Tidak ada yang bisa dilakukan selain bertawakal, berserah diri kepada Allah, ber-ikhtiar secara maksimal dan berdoa. Yang saya yakini, selama keeping on the track, insyaAllah skenario Allah selalu indah, no effort will be vain, semangat! ^_^

Dari Umar bin Khattab ra berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).


Leave a Reply