Schlumberger Foundation Faculty for The Future Fellowship (FFTF) Award

28 April 2013 | Research, SLab

Alhamdulillahirobbilalamin, akhir bulan Maret lalu saya mendapat email dari Schlumberger Foundation bahwa aplikasi fellowship saya diterima untuk periode 2013 - 2014, terimakasih ya Allah ^_^

Sejak tahun 2004, Schlumberger Foundation menyediakan fellowship award bagi perempuan warga negara berkembang yang mengambil program PhD atau Post Doctoral pada bidang sains dan teknologi di universitas ternama di negara maju. Sampai tahun 2012, Schlumberger Foundation telah mendanai sebanyak 257 perempuan dari 62 negara. Program fellowship ini merupakan program fellowship yang sangat bergengsi, tingkat penerimaannya kurang dari 10%. Fellowship ini memberikan dana yang cukup melimpah, selain itu komunitas yang dibangun di antara para pemenang cukup kuat.

Terdapat 4 tahap seleksi yang harus dilalui untuk mendapatkan award ini dan seleksi tahap akhir adalah wawancara dengan salah satu Schlumberger Foundation Board Members dan penentuan pemenang, tahapan seleksinya :

  1. Seleksi berdasarkan eligibility criteria, seperti negara asal, bidang riset, dan aplikasi secara keseluruhan. Aplikasi yang tidak memenuhi kriteria - kriteria tersebut akan dieliminasi
  2. Shortlist pertama, hasil seleksi berdasarkan kriteria: prestasi akademik, kualitas dari rekomendasi yang di-submit, proposal riset, komitmen untuk mengajar, manfaat riset terhadap negara asal, komitmen menginspirasi wanita untuk studi di bidang sains dan teknologi, serta kualitas universitas tempat menempuh program PhD atau PostDoc.
  3. Shortlist kedua, hasil review dari Schlumberger Foundation scientific committee dengan fokus pada kualitas proposal riset, bidang riset dan manfaat riset terhadap negara asal.
  4. Shortlist terakhir, hasil dari proses seleksi wawancara kandidat dengan anggota The Schlumberger Foundation Board of Trustees.
  5. Penentuan pemenang oleh Foundation Board and Executive Director.

Singkatnya, aplikan harus mempersiapkan aplikasi online dengan sebaik - baiknya dan jika terpilih ke dalam shortlist untuk diwawancarai, maka harus melakukan persiapan sebaik - baiknya untuk seleksi wawancara. Beberapa tips dan trik berdasarkan pengalaman saya :

  1. Sebelum apply, bertanya kepada diri sendiri, apakah memang eligible untuk apply fellowship program ini? Untuk lebih jelas, kriterianya dapat dicek di halaman FAQ FFTF. Jika merasa eligible, pertanyaan selanjutnya, apakah pantas dipilih sebagai salah satu pemenang? Jika iya, alasan anda harus dituangkan dalam kata - kata yang terformat sesuai dengan aplikasi online yang ter-submit dan juga harus disampaikan pada saat wawancara. Jangan lupa perhatikan deadline, jangan sampai terlewatkan.
  2. Pada aplikasi online, terdapat beberapa form yang harus diisi, diantaranya yaitu tentang data pribadi, data akademik sampai program master, data program PhD/PostDoc yang sedang/akan ditempuh, beberapa essay yang harus disusun, dana yang dibutuhkan untuk menempuh program PhD/PostDoc, kontak reference yang akan di-request untuk memberikan rekomendasi. Aplikan juga diminta untuk meng-upload beberapa dokumen pendukung, seperti transkrip nilai dan dokumen pendukung untuk pengajuan dana. Berdasarkan pengalaman saya, membuat aplikasi online ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu hari, terutama untuk menyusun essay dan juga menyiapkan dokumen pendukungnya, jadi harus dipersiapkan secara maksimal dan sebaik mungkin jauh - jauh hari sebelum deadline (hal yang sangat sulit bagi saya karena seorang deadliner >_< )
  3. Pada saat seleksi wawancara, interviewer akan mengkonfirmasi isi dari aplikasi online yang ter-submit, selain itu juga ada beberapa pertanyaan yang intinya menunjukkan apakah kita eligible untuk mendapatkan fellowship tersebut. Saat wawancara, tunjukkan dengan penuh semangat, bahwa kita memang pantas menjadi salah satu pemenang. Saat persiapan wawancara, saya coba menghubungi Mb Fara, pemenang tahun 2012, dan meminta saran serta share pengalaman beliau.
  4. Berdoa dan berserah diri kepada Allah.

Alhamdulillah, pada tahun ini, terdapat dua pemenang dari Indonesia (untuk kategori aplikasi baru) yaitu saya sendiri dan Mb Novalia Pishesha yang sedang menempuh program PhD di MIT. Saya sangat berterimakasih kepada semua yang telah membantu dan memberikan support, alhamdulillah, semoga award ini membawa keberkahan bagi agama islam dan kehidupan saya selanjutnya di dunia dan akhirat, ganbarimasu! ^_^


Leave a Reply