Alhamdulillah, saya dilamar! :)

Bismillahirrohmanirrohim, 12 April 2015, alhamdulillah, saya dilamar oleh seorang lelaki bersama keluarga besarnya untuk menjadi istri beliau. Beliau, seorang lelaki yang sholeh dan baik yang  saya kenal dan yang saya yakini, insyaAllah kami dapat saling melengkapi bersama - sama untuk taat kepada Allah, aamiin ya Robbal alamin. Alhamdulillah acara lamarannya berjalan lancar. Ya Allah, terimakasih, syukur yang tak terhingga, alhamdulillah! InsyaAllah kami menikah hari Ahad, tanggal 7 Juni 2015 di Nganjuk, Jawa Timur.

Berusaha untuk bertawakal sepenuhnya kepada Allah dengan doa istikharoh yang indah. Berusaha untuk melantunkan doa di setiap kesempatan yang ada, semoga Allah memudahkan dan melancarkan semuanya hingga pernikahan, semoga Allah menjaga kelurusan niat dan kebersihan hati kami sampai hari H, semoga Allah senantiasa meridhoi dan memberkahi setiap prosesnya dan insyaAllah pada pernikahan kami nanti. Semoga kami dapat membina keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, mendidik keturunan yang sholeh sholehah, memperjuangkan agama Allah, bermanfaat bagi orang lain, serta dihimpunkan oleh Allah di surgaNya kelak, aamiin ya Robbal alamin :). Semoga saya bisa menjadi istri beliau yang baik dan sholehah dan bisa menjadi ibu yang baik dan sholehah untuk anak - anak kami kelak, aamiin ya Robbal alamin :).

Sahabat dan teman - teman saya mengatakan, Afiaaaa,  kejutan banget! Honestly, also so surprise for me!:) Kami memulai ta’aruf pada awal bulan Maret 2015. Istikharoh kepada Allah di setiap prosesnya serta bermusyawarah dengan keluarga dan “kakak mengaji” (murrobbi). Alhamdulillah, Allah memudahkan dan melancarkan segalanya,  awal bulan April 2015, kami bertemu dan saling bersilahturahmi ke pihak keluarga. Alhamdulillah, 12 April, beliau dan keluarga besarnya melamar saya.

Kami memohon doa dari semuanya :).

Alhamdulillah, saya sudah dikhitbah, yeayyy! #visitNganjuk2015 insyaAllah :D.


Google Anita Borg Alumni Community

Sekitar satu bulan lalu, saya dikontak Hiring Planning and Diversity Program, Google Asia Pacific, untuk memberikan sebuah talk (lebih tepatnya sharing), menjadi salah satu pembicara pada acara retreat Google Anita Borg Scholars Asia Pacific 2014, insyaAllah bulan September. Yang pertama, saya check adalah agenda, yaps, September, insyaAllah Ok :). Setelah reply email, said Ok, baru terlintas, ehh saya mau talking/sharing apa ya?

Awal bulan Agustus, saya dikontak Google Japan, di-invite untuk lunch bareng dan meetup dengan para pemenang Google Anita Borg Scholarship tahun 2014, region Jepang dan anggota Planning Committee Google Anita Borg Alumni Community Japan. Sekaligus saya mendapat tawaran untuk bergabung ke dalam planning committee, tetapi saya harus tetap lolos seleksi dulu untuk tergabung dalam committee tersebut. Yaps, dicoba deh, apply untuk bergabung dalam committee tsb. Harapan saya semoga diterima, insyaAllah takdir Allah adalah yang terbaik. Sendainya diterima, Alhamdulillah, semoga bisa merintis bridge antara universities di Indonesia dgn Google, especially for women in Computer Science. Alhamdulillah, as always banyak cerita dari meetup tsb, banyak sharing dan ilmu yang didapat, I enjoyed the event!:)

Penerima Google Anita Borg Scholarship 2014 dan Alumni

Saya ingin share, siapa saja yang sudah tergabung dalam Planning Committee of Google Anita Borg Alumni Community Japan (dua orang), honestly they are so inspiring for me :).

  1. Saki Kawakubo
    Saya memanggilnya Saki san (salah sih, harusnya Kawakubo san, tapi sudah terlanjur :D). Saki san saat ini sedang menempuh program PhD in computer simulation at Tokyo University. So surprise for me, Saki san adalah ibu dari 2 anak (3 tahun dan 6 bulan). Usianya masih 33 tahun, relatif muda dan selain menempuh program PhD, dia juga bekerja di Tokyo Stock Exchange, Inc. Wow banget buat saya! Selain itu, dia juga masih menyempatkan untuk aktif dalam berbagai kegiatan encouraging women in computer science. Dia juga sudah publish 2 international journal paper selama PhD, so productive!

    Pertanyaan pertama saya untuk Saki san, bagaimana kamu mengatur waktumu, PhD mama? Pertanyaan kedua, bagaimana hidupmu, suamimu? Saki san tersenyum, tertawa sambil menjawab, pagi jam 9 pagi sampai dengan jam 2 siang bekerja di kantor, setelah itu dia ke lab di Tokyo University. Kedua anaknya selama dia beraktivitas dimasukkan ke nursery/day care (FYI: day care di Jepang memiliki kurikulum yang sangat baik untuk pendidikan karakter dan sosialisasi). Sore hari, Saki san menjemput anaknya, kemudian dia akan mulai bekerja lagi untuk PhDnya tengah malam untuk beberapa jam, tidak lama.. (saya cuma geleng - geleng kepala aja, ganbatte PhD mama! Malu lihat diri sendiri yang super males >_<). Suami Saki san adalah seorang researcher di Medical School, Tokyo University. Mereka memang sudah berkomitmen untuk saling mendukung passion mereka tanpa menomer duakan keluarga.

  2. Anna Ogawa
    Saya memanggilnya Anna! Masih sangat muda, 4 tahun lebih muda dari saya, energik, cantik, smart! Anna menyelesaikan program S1 di Keio University, dan saat ini Anna menempuh program master di dua universitas, Keio University dan Tokyo University. Dia mengikuti program Google BOLD internship tahun 2012, kemudian tahun 2013 dia menjadi salah satu pemenang Google Anita Borg Scholarship. Selain menekuni passion-nya dalam bidang computer science, Anna juga seorang actress, wow! Tapi memang cantik adek Anna ini. Dia juga aktif mengajar dan menekuni bidang fashion. Productive banget!

Setiap anggota planning committee memiliki kelebihan dan hal unik positif dalam dirinya, dan satu hal yang paling penting, mereka benar-benar selalu bersemangat untuk passion mereka, yaps mau tidak mau, bertemu dengan mereka, saya jadi ikut bersemangat, ganbarimashou! :)


Bersemangatlah kawan!

Satu waktu, sudah lama sekali…

seseorang berkata dengan wajah sendu
“alangkah beratnya…
alangkah banyak rintangan…
alangkah berbilang sandungan…
alangkah rumitnya.”

aku bertanya, “lalu?”

dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”

“hanya karena itu kau menyerah kawan?”
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya,

“yah… bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa Allah tak meridhainya?”

aku membersamainya menghela nafas panjang,
lalu bertanya, “andai Muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?”

“maksudmu akhi?”, ia terbelalak

“ya. andai Muhammad berpikir bahwa banyak kesulitan berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”

ada banyak titik sepertimu saat ini,
saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar…

mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bagian leher,
mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta,
mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu,
mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir,
mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib,
mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata,
atau saat paman terkasih dan istri tersayang berpulang,
atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita…”

“jika Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar,
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?”

“tapi Muhammad tahu, kawan
ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya,
berat atau ringannya,
bahagia atau deritanya,
senyum atau lukanya,
tawa atau tangisnya”

“ridha Allah terletak pada apakah kita menaatiNya dalam menghadapi semua itu?
apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan?”

“maka selama di situ engkau berjalan,
bersemangatlah kawan…”

- Salim A Fillah -

Cepat sembuh ya, X-chan! >_<

Genap 2,5 tahun saya mendiami desk yang sama di SLab. Setiap hari Senin atau paling lambat Selasa, seharusnya saya mengirimkan progress report mingguan. Sensei meminta saya untuk conduct beberapa eksperimen lagi, belum selesai semua, belum tahu apa yang harus dituliskan di progress report

Desk di belakang saya, hampa tak berpenghuni sejak memasuki spring tahun ini. Seharusnya, sebut saja, X-chan, seorang master student, yang duduk di desk tersebut. Sudah hampir 3 minggu, masih sama, tak berpenghuni, tetapi X-chan selalu mengirim progress report, tak pernah telat. Semua lab members dapat melihat progress report yang dikirimkan oleh members lainnya. Suddenly, teman dekatnya X-chan, ke desk saya, dia memberikan origami dan meminta saya untuk menuliskan nama saya kemudian berdoa agar X-chan cepat sembuh. Lohh, si X-chan sakit apa yak? Hmm… mungkin tidak terlalu parah, karena masih mengirimkan progress report dan progress report yang dikirimkan X-chan cukup comprehensive menurut saya (menjawab dalam hati).

As usual, di pagi hari sambil sarapan, saya cek akun FB, tiba - tiba ada friend request dari X-chan. Yaps, of course langsung saya terima. Saya coba cek timeline-nya X-chan, ternyata X-chan dirawat di rumah sakit. Super penasaran si X-chan sakit apaan yak? Langsung beraksi, meng-kepo si X-chan ini :D. Akhirnya dari peng-kepo-an yang cukup detail, comprehensive, saya menyimpulkan, di tubuh X-chan ditemukan cancer, shock … >_<

Sampai di lab, melihat - lihat kondisi, saat teman dekatnya X-chan kelihatan free, saya meluncur ke desk-nya dan bertanya, X-chan gimana kabarnya? Jawabannya bikin meleleh…
Teman dekat X-chan : Afia san, X-chan seneng banget kamu kasih komen di statusnya dan kasih support dia. Kata X-chan, dia g sabar mau kembali ke SLab dan ngobrol dengan kamu. Afia-san, tolong kasih support dia ya.
Afia : Eh g masalah, aku malah seneng banget kalau X-chan happy, boleh tahu X-chan sakit apa?
Teman dekat X-chan : Hmm… dia ada cancer
Afia : cancer? dimana?
Teman dekat X-chan : Awalnya di payudara, tetapi saat ini sudah mulai ke otak.
Afia : ***shock >_< >_< Ohh… kapan kamu mau ke rumah sakit lagi?
Teman dekat X-chan : Pekan ini saya sedang mengerjakan eksperimen, tetapi Sensei selalu ke rumah sakit setiap hari Kamis. Sensei ada meeting dengan dokter di sana untuk riset cancer genomic-nya sekaligus menjenguk X-chan. Afia-san, send message ke Sensei aja kalau mau ke rumah sakit.
Afia : Makasih banyak, coba nanti saya ngobrol sama Sensei.
Teman dekat X-chan : Afia san, tolong kasih support X-chan terus ya!
Afia : Sure!

Benar - benar shock, Ya Allah…di riset group ini, kami selalu berinteraksi dengan data cancer genomic >_< . Betapa kecilnya kami di hadapanMu...

Anyway, sangat terharu dengan semangat belajarnya X-chan, walaupun dirawat di rumah sakit, dia masih belajar, membaca text book ataupun paper. Ngeliat diri sendiri, progress report belum ter-submit untuk minggu ini >_<

Sepengetahuan saya, semua orang sebenarnya memiliki cancer, hanya nilai threshold yang dimiliki setiap orang, nilai threshold yang dimiliki oleh suatu cancer, nilai threshold yang menyebabkan cancer cell tsb mengganggu kerja tubuh kita mungkin berbeda. Ada yang mengatakan itu hanya masalah statistik. Intinya jika sudah mulai mengganggu kinerja sel yang normal, itu membuat masalah. Apa penyebab cancer? Masih diteliti… Bagaimana mengobati cancer? Masih diteliti… Secara psikomatis, salah satu obat cancer adalah semangat untuk hidup, semangat positif, yang membuat cell baik akan terus hidup sedangkan cell cancer akan mati dengan sendirinya …

Cepat sembuh X-chan, kami menanti senyummu di SLab!:)


Two papers have been cited! ^_^

Alhamdulillah, praise to Allah, I just tried to check google scholar with my name as a keyword. So surprise, two of my papers have been cited! The first paper is a paper from my master thesis published in a proceeding of IEEE conference in 2011. The paper citing my paper was published in the Proceedings of the ACM Conference on Bioinformatics, Computational Biology and Biomedical Informatics 2013. The conference is one of top international conferences in Bioinfomatics, with acceptance rate less than 25%. The authors come from universities in Australia and USA, so surprise!

The second paper is my first paper of PhD works published in an international journal in Computational Biology. This paper was published in October 2013, indexed by PubMed. PubMed is a free search engine accessing primarily the MEDLINE database of references and abstracts on life sciences and biomedical topics. PubMed is maintained by The United States National Library of Medicine (NLM) at the National Institutes of Health (NIH). I also presented the paper in the InCoB 2013 (12th International conference in Bionformatics), held in Shanghai, China.
The paper citing the second paper was published in bioRxiv, a free online archive and distribution service for unpublished preprints in the life sciences. The authors come from Center for Bioinformatics and Computational Biology, University of Maryland. Again, so surprise, published less than 6 months and has been cited!

Hopefully, get a good news for my second journal paper, aamiin ya Robbal alamin. All of my works are dedicated to get ridho Allah, aamiin ya Robbal alamin, ganbarimashou! ^_^


Mie Ayam (wanna be ^_^)

Salah satu masakan favorit karena buatnya simple, super cepat dan bisa disimpen beberapa hari, rasanya juga enak.:D Loh kok bisa beberapa hari? Alhamdulillah sudah dicoba beberapa teman, mie ayam-nya habis sampai tandas! hihihi ***apa karena lapar ya :D. Cekidot resepnya …

Mie ayam dengan penyajian di atas mangkok

Bahan dan bumbu:

  1. Ayam 1/4 kg
  2. Daun bawang secukupnya
  3. Bawang bombai 1/2 untuk ukuran besar
  4. Bawang putih
  5. Garam
  6. Soyu (kecap asin)
  7. Kecap manis
  8. Cabe merah 2-3
  9. Sai
  10. Mie (pilih mie sesuai selera)

Cara :

  1. Ayam direbus sampai empuk. Kemudian pisahkan daging dgn kulitnya. Daging dipotong dadu.
  2. Rajang daun bawang, bawang bombai, cabe, bawang putih. Tumis bumbu, sampai meng-harum, masukkan garam, soyu dan kecap manis, masukkan air sedikit + air kaldu beberapa sendok dari merebus ayam sebelumnya. Setelah bau lebih mengharum, masukkan potongan dadu ayam.
  3. Rebus mie sampai dirasa sudah cukup matang
  4. Untuk kuah, rebus kaldu ayam dari air kaldu hasil merebus ayam, tambahkan beberapa air, masukkan garam, bawang putih secukupnya. Rajang sawi, masukkan sebentar saat merebus air kaldu (sawi jangan terlalu matang)
  5. Sajikan mie, tumisan ayam, sawi, beri taburan rajangan daun bawang kemudian seduh dengan air kaldu.

Yummyyy, tentunya ditambah saus, kecap dan mungkin kalau ada pangsit. Inti dari mie ayam, tumisan ayam-nya dan kuah kaldunya. Saya hobi menyimpannya di kulkas, dengan batas waktu tidak lebih dari 3 hari. Jadi tinggal dihangatkan untuk menyajikan:)

Saya juga sering jadikan bento, supaya lebih sip, dipisahkan antara mie ayam dan kuahnya:)

Mie ayam disajikan sebagai bento (lunch box)