Ohh…can’t sleep…

Finally can’t sleep… ><
I have to finish by February ... *brrrr

Always remember my sensei’s comments in the previous zemi “You have good mathematical background, please give me the results in February”


Mumpung…

Modified dari note teman, bismillah, harus selalu bersyukur dan semangat!!! gyaboo :D

mumpung masih hidup, ayolah bertaubat dan beribadah setulus tulusnya,
mumpung sehat, marilah menebarkan kebermanfaatan dan menjalin silaturahmi seluas luasnya,
mumpung belum sukses, berbuatlah kesalahan dan kegagalan sebanyak banyaknya dan sesegera mungkin,
mumpung masih di Jepang sekolah gratis dan dapat uang, marilah belajar dengan sungguh sungguh,
mumpung jodoh belum menjemput, ayolah terus memperbaiki diri,
mumpung masih diberi rezeki yang baik, ayolah kita berbagi,
mumpung ayah dan ibu masih ada, berbuat baiklah kepada mereka dengan sebaik baiknya.


“&” ternyata bukan reference operator …

Pekan ini sesuai dengan schedule yang disusun, walaupun molor 1 minggu >< , waktunya implementasi atau ngoprek. Design alternatif sistem saya memang belum semuanya fix, tetapi dilanjut aja deh untuk membuktikan formula dan alternatif yang ada di kepala berdasarkan tumpukan paper paper itu, semoga saja ada hasil positif, hopefully.

Saya mencoba mengembangkan beberapa tool bioinformatics yang sudah ada. Oleh karena itu, otomatis mempelajari kode dari tool-tool tersebut. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah C++. Saya biasanya menggunakan bahasa Java dan PHP, yang masih berkeluarga dengan C++.

Gambar diambil dari Biocomicals (http://biocomicals.blogspot.com/2011/08/bionformaticians-nightmare.html)

Gambar diambil dari Biocomicals

Saat mencoba mempelajari kode tool tersebut, ada yang aneh, tidak sesuai dengan algoritmanya. Setelah mencoba explore, akhirnya menemukan juga, ternyata pemahaman saya salah terhadap suatu karakter. Karakter tersebut adalah “&” . Saya mengira karakter tersebut untuk mengetahui alamat variabel di memory, ternyata lain yaitu sebagai parameter by reference. Saya tidak menyadari itu walaupun sudah di debug berkali-kali. Kesalahan yang sangat memalukan, sampai menghabiskan waktu berjam- jam. Memang programming adalah suatu skill, hal ini menandakan skill programming saya menurun (baca:lama tak koding dengan c++) >< .

1. Karakter “&” sebagai reference operator di pointer

kyoto = 26;
yokohama = kyoto;
jogja = &kyoto;

Dari potongan kode di atas, maka yokohama juga bernilai 26 sedangkan jogja bernilai alamat memory dari variable kyoto.

2. Karakter “&” sebagai parameter by reference

Terdapat dua macam cara suatu argumen di-passed ke dalam fungsi, yaitu passed by value dan passed by reference, lebih jelasnya dapat dilihat di contoh berikut

#include
using namespace std;

void menabung (uint beasiswa, uint& kyoto, uint& yokohama)
{
kyoto = beasiswa-90000;
yokohama = beasiswa-120000; ;
}

int main ()
{
uint x=155000, y, z;
menabung (x, y, z);
cout << "Menabung di Kyoto=" << y << ", Menabung di Yokohama=" << z", Beasiswa=" << x;
return 0;
}

Pada void menabung, terdapat 1 argumen yang di-passed by value yaitu beasiswa, dan dua argumen yang dipassed by reference yaitu yokohama dan kyoto. Argumen yang di passed by value akan di-copy saat dioperasikan. Pada kode di atas x tetap akan bernilai 155000, karena di passed by value, walaupun sudah ada proses pengurangan. Hal ini berbeda dengan passed by reference yang tidak di -copy dan langsung dilakukan operasi. Sehingga output yang dikeluarkan

Menabung di Kyoto= 65000, Menabung di Yokohama= 35000, Beasiswa=155000


Is a PhD smart?

After trying to finish my assignments in the lab and not finished yet >< , I read some articles about PhD given by my lecturer in Indonesia. First, I am not aware with them, but after reading, wow, interesting articles.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Is a PhD smart? Have you ever seen an american sitcom, the big bang theory? We can see that sometimes, a PhD student is a nerd or looks stupid. There is also a PhD comics describing daily activities of PhD student. How are the Phd student lifes? under pressure, unhappy, strange?
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
I also got questions from my friends, Afia, why did you choose going to PhD study? What will you get and what will you give after your PhD? Only studying, need much time, and there are many and many PhD in the world. What will you do after PhD? be a Professor?
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Based on those articles, a smart person shouldn`t choose going to PhD study. Why? To get PhD needs more than smart. We must be perseverance, tenacity and cogency. We can’t only rely on our smarts or intuitives. When we studied in elementery school, a student with high IQ (intelligent quetiont) could get good mark without studying. Higher the level of education, lower the dependency to our smarts.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
PhD enlarges the boundary of knowledge. So first, we have to find where is the boundary of knowledge and try to enlarge it. To do those steps needs perseverance. After trying to enlarge, launch and submit papers to the reviewers, for a smart student who is excellent in his undergraduate, a rejection or failure of a paper will make upset. Therefore, tenacity is needed. Never give up to solve the problem and publish more than a paper. Beside perseverance and tennacity, a PhD need cogency. How to make sure people with our research. Cogency must be in our writing and oral. How to make reviewers sure that our research written in a paper makes contributions to the knowledge. Also when we go to conference, we have to present our research and of course use our cogency.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
No effort will be vain. PhD is not such an irretrievable mistake (Zerbino,2009). Yups, back again and keep spirit to finish my lab work ;)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Zerbino, D.R. (2009), Genome Assembly and Comparison Using de Bruijn Graphs. Thesis(PhD) Darwin College : ii–iv (Preface Part).


Menjemput jodoh cintamu… :D

Niat menikah untuk ibadah, melengkapi setengah dien, bukan karena usia, status sosial, tuntutan orang tua ataupun cibiran masyarakat. Semua ada masanya, betulkan niat dan jemput jodohmu. Jika sudah berusaha untuk menjemput jodohmu tetapi ternyata memang belum saatnya, hanya kepada Rabb lah tempatmu berserah diri dan berharap. Intropeksilah terhadap dirimu, sudah pantaskan dirimu menikah? Sudah pantaskah dirimu menjadi istri dari seseorang?


Pesta akhir tahun berujung ke Adam Hawa

Salah satu party yang diadakan di lab adalah end year party, yaitu party penutup tahun. Biasanya party ini diadakan setelah zemi terakhir. Awalnya saya berniat untuk tidak mengikuti party ini karena beberapa alasan. Pertama, pasti berujung pada nomikai dan semua lab member adalah laki laki kecuali saya, sehingga finally pasti saya melihat labmate bermuka merah sambil membawa gelas gelas sake. Kedua, cost–nya mahal, 3000 yen.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Setelah ngobrol dengan senpai lab.
afia : will u join the end year party?
senpai : of course, everyone joins this party.
Hohoho saya kan newcomer, setelah berfikir lagi, 60% cenderung ikut. Sensei masuk ke lab, suddenly bertanya kepada saya
sensei : Afia san, you will join the party? **ya sudah pertanda saya harus ikut.
afia : Yaps, of course sensei.
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Menu end year party adalah barbeque di sebuah kedai yang berjarak 600 meter dari kampus. Jika di lab, semua fokus di depan komputer, saat party semuanya lepas, ngobrol, tertawa dan melakukan gathering activity lainnya..:)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Saya duduk di satu meja dengan senpai PhD, assistant prof dan M2. Saya tidak bisa memakan daging yang disediakan, jadi saya hanya makan nasi putih, sayur dan minum jus, akhirnya muncullah diskusi di antara kami, kurang lebihnya…
ass prof : R u vegetarian?
afia : No, I am not vegetarian, but I can’t eat meat. I only can eat halal meat.
senpai D3 : As I know, moslem only can’t eat pork, so you can eat chicken, beef?
afia : Hmm, I can eat meat except pork but must be halal meat, special meat.
M2 : Special meat?
**waduh saya salah ngomong …
afia : Yahh..special process in killing the animal.
M2 : How is the process?
afia : Hmm…We have to cut the two pipes in the animal, respiration and food pipe..
**mikir dulu istilah tepatnya…
M2 : ohh….
afia : So if I want to eat meat, I buy halal meat via internet
semua senpai satu desk : wow, sughoii…
**mereka berbicara dalam bhs jepang dan saya tidak bisa mengikuti..:)
senpai D2 : Is it important for you?
afia : Important to eat halal meat? yah of course, if I don’t eat halal meat, I will get punishment
senpai D3 : punishment from?
afia : from God…
Senpai D3 : wow…afia, so you believe that first, there are only two humans in the world?
afia : Yah, God first gave two humans in the world, and they have children..
senpai D3 : do you know that it can’t be proofed in science? After u study u can know more about that…
afia : hmm…
**waduh speechless, saya bingung mau ngomong apa…
Finally my answer, hmm… God can do anything that we can’t think about that.
Case closed, dan kami discuss topik lain …:)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Hikmah :
1. I enjoyed the party
2. Belajar agama lagi, terutama ilmu fiqih supaya bisa menyampaikan betapa indahnya islam ..:)
Semangat!!! Bismillah :)